Kamis, 30 Agustus 2018

Selasa, 06 Februari 2018

PENTING!!! Ketentuan Umum dan Persyaratan SBMPTN 2018

Ketentuan Umum dan Persyaratan


  1. Ketentuan Umum
SBMPTN 2018 merupakan seleksi yang dilakukan oleh PTN di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Agama secara bersama di bawah koordinasi Panitia Pusat dengan seleksi berdasarkan hasil UTBC atau UTBK, atau kombinasi hasil ujian tulis dan/atau ujian keterampilan.

  1. Persyaratan
  1. Pendaftaran
    1. Lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat atau Paket C tahun 2016 dan 2017 harus memiliki ijazah.
    2. Lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat atau Paket C tahun 2018 minimal harus memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL) yang sekurang-kurangnya memuat informasi jati diri dan foto terbaru yang dibubuhi cap/stempel yang sah.
    3. Peserta seleksi memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran pembelajaran di program studinya.
  2. Penerimaan
Peserta seleksi lulus pendidikan SMA/SMK/MA atau sederajat atau Paket C, lulus SBMPTN 2018, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.

Prosedur Pendaftaran


  1. Pendaftaran SBMPTN 2018 dilakukan secara online. Tata cara pendaftaran secara lengkap dapat dilihat pada laman http://pendaftaran.sbmptn.ac.id.
  2. Tata cara pengisian borang pendaftaran ujian tulis dan keterampilan dapat diunduh (download) dari laman http://download.sbmptn.ac.id mulai tanggal 29 Maret 2018.
  3. Pendaftaran online UTBC dan UTBK mulai tanggal 5 April 2018 pukul 08.00 WIB dan berakhir tanggal 27 April 2018 pukul 22.00 WIB. Pendaftaran online UTBK akan ditutup apabila jumlah kuota pendaftar telah terpenuhi.

Jenis Ujian


  1. Ujian Tulis (UTBC atau UTBK)
Materi Ujian Tulis terdiri atas:
  1. Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) terdiri atas mata uji Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, TPA Verbal, TPA Numerikal, dan TPA Figural.
  2. Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek) terdiri atas mata uji Matematika IPA, Biologi, Kimia, dan Fisika.
  3. Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas mata uji Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.
Ujian tulis dilaksanakan dengan 2 (dua) metode, yaitu Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) atau Ujian Berbasis Komputer (UTBK).
  1. Ujian Keterampilan
Ujian Keterampilan (UK) diperuntukkan bagi peserta yang memilih program studi bidang seni dan keolahragaan terdiri atas:
  1. UK Seni Rupa, Kriya, dan Desain berupa Tes Menggambar, serta Tes Pengetahuan dan Wawasan. Soal tes dibedakan dalam 3 (tiga) kategori sesuai bidang studi yaitu UK Seni Rupa, UK Kriya, dan UK Desain. 
  2. UK Tari berupa Tes Tari Bentuk, Tes Kreativitas, Imitasi Gerak, serta Tes Pengetahuan dan Wawasan (dalam bentuk wawancara).
  3. UK Musik, Seni Karawitan dan Etnomusikologi berupa Tes Musikalitas, Tes Praktik Instrumen, serta Tes Pengetahuan dan Wawasan (dalam bentuk wawancara). Soal tes dibedakan dalam 2 (dua) kategori sesuai bidang studi yaitu UK Musik atau UK Seni Karawitan dan Etnomusikologi.
  4. UK Teater dan Seni Pertunjukan berupa Tes Praktik Monolog, Tes Pantomim/Baca Puisi, serta Tes Pengetahuan dan Wawasan (dalam bentuk wawancara)
  5. UK Fotografi berupa Tes Praktik Fotografi serta Tes Pengetahuan dan Wawasan (dalam bentuk wawancara).
  6. UK Film dan Televisi berupa Tes Praktik Membuat Storyboard serta Tes Pengetahuan dan Wawasan (dalam bentuk wawancara).
  7. UK Olahraga berupa Tes Kesehatan dan Tes Keterampilan Motorik.

Kelompok Ujian


Kelompok ujian tulis SBMPTN terbagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:
  1. Kelompok Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) dengan materi ujian TKPA dan TKD Saintek.
  2. Kelompok Ujian Sosial dan Humaniora (Soshum) dengan materi ujian TKPA dan TKD Soshum.
  3. Kelompok Ujian Campuran dengan materi ujian TKPA, TKD Saintek, dan TKD Soshum.

Setiap peserta dapat memilih kelompok ujian Saintek, Soshum, atau Campuran.

Senin, 29 Januari 2018

Syarat Pendaftaran Masuk STAN



Syarat masuk STAN atau kepanjangannya Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Salah satu perguruan tinggi kedinasan yang sangat terkenal di Indonesia adalah STAN. Sekolah kedinasan ini menjadi salah satu tujuan favorit bagi para lulusan SMA untuk melanjutkan jenjang pendidikan mereka. STAN menjadi sekolah unggulan bagi mahasiswa dengan kemampuan akademik tinggi di bidang keuangan dan perpajakan. Jaminan kerja setelah lulus merupakan keunggulan STAN yang mampu menarik ribuan pelamar setiap tahunnya. Lantas, bagaimana syarat masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara tersebut? Ikuti ulasannya berikut ini.

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) merupakan Perguruan Tinggi Ikatan Dinas (PTIN) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. STAN berdiri sejak tahun 1977, namun sejak tahun 2015 STAN berubah nama menjadi Politeknik Keuangan Negara  STAN. Tidak semua orang dapat menjadi mahasiswa di STAN. Syarat masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) terkenal berat dan ujian masuknya juga sangat ketat.

UJIAN SYARAT MASUK STAN (SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA)
Meskipun nama STAN sudah tranformasi menjadi Politeknik Keuangan Negara STAN, akan tetapi sebutan STAN saja masih ada dibenak masyarakat. Nah, ujian seleksi masuk (USM) STAN dilaksanakan setiap tahun. Ada beberapa syarat masuk STAN yang harus Anda penuhi diantaranya adalah

A. PERSYARATAN UMUM UJIAN MASUK STAN
1. Peserta merupakan lulusan SMA/SMK/sederajat.

2. Peserta merupakan lulusan tahun 2016 atau sebelumnya. Lulusan tahun 2017 juga dapat ikut mendaftar. Peserta sudah harus memiliki ijazah (bagi lulusan tahun 2016 atau sebelumnya). Bagi lulusan tahun 2017 yang ijazahnya belum terbit, maka dapat menggunakan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional Sementara (SKHUN). Dokumen ijazah atau SKHUN dibuktikan dengan salinan berlegalisir dari sekolah.

3. Usia minimal adalah 17 tahun dan maksimal tidak boleh lebih dari 20 tahun (sesuai dengan tanggal lahir yang tercantum dalam ijazah).

4. Memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sesuai dengan yang terlampir di situs resmi STAN.ac.id.

5. Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama proses pendidikan berlangsung.

6. Memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik serta terhindar dari narkoba dan sejenisnya yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter pemerintah/puskesmas.

7. Peserta diwajibkan untuk membayar biaya pendaftaran USM STAN sebesar Rp 250.000,00. Biaya ini tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.

B. PERSYARATAN KHUSUS UJIAN MASUK STAN
1. Nilai rata-rata ujian nasional yang tertera pada ijazah atau Surat Keterangan Hasil Ujian Sementara (SKHUN) minimal 70,00 (bukan hasil pembulatan desimal) dengan skala 100,00. Nilai Ujian Nasional ini menjadi standar penyaringan pertama untuk dapat masuk ke STAN. Dengan standar nilai ini, pihak STAN memastikan bahwa calon mahasiswa memiliki kemampuan akademik yang bagus.

2. Untuk Jurusan D1 dan D3 Bea dan Cukai terdapat aturan tambahan yang wajib dipenuhi oleh pelamar yaitu:

a. Untuk jurusan D1 Bea dan Cukai dapat diikuti oleh pelamar laki-laki dan perempuan.
b. Sedangkan untuk jurusan D3 Bea dan Cukai dikhususkan bagi pelamar laki-laki.
c. Kedua jurusan ini juga mencantumkan tinggi badan minimal 165 cm untuk laki-laki dan 155 cm untuk perempuan.
d. Peserta dinyatakan tidak buta warna.
e. Bagi peserta yang memakai kacamata atau lensa kontak (minus, plus, atau silindris) dikenakan batas toleransi maksimal sampai 2D (dua dioptri).
Untuk Informasi Lengkap Klik DISINI

Minggu, 28 Januari 2018

PENTING!!! Informasi Umum SNMPTN 2018

Latar Belakang

Penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kedudukan sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa serta tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan perguruan tinggi. Perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan, setelah pendidikan menengah, menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi tepat waktu. Siswa yang berprestasi tinggi dan konsisten menunjukkan prestasinya di SMA/SMK/MA layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa melalui SNMPTN.
Dalam kerangka integrasi pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi, sekolah diberi peran dalam proses seleksi SNMPTN dengan asumsi bahwa sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian dari prinsip pendidikan karakter. Oleh karena itu, sekolah berkewajiban mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dengan lengkap dan benar serta mendorong dan mendukung siswa dalam proses mendaftar. PDSS merupakan basis data yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswa yang dijadikan sumber utama data SNMPTN.

Tujuan

Tujuan SNMPTN adalah:
  1. Memberikan kesempatan kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA), atau yang sederajat di dalam dan luar negeri (Sekolah Republik Indonesia/SRI) yang memiliki prestasi unggul untuk menempuh pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
  2. Memberikan peluang kepada PTN untuk mendapatkan calon mahasiswa baru yang mempunyai prestasi akademik tinggi.

Ketentuan Umum

  1. SNMPTN dilakukan berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/SMK/MA atau sederajat dengan masa belajar 3 (tiga) tahun atau semester 1 (satu) sampai dengan semester 7 (tujuh) bagi SMK dengan masa belajar 4 (empat) tahun, serta portofolio akademik.
  2. Sekolah yang siswanya mengikuti SNMPTN harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan data prestasi siswa di PDSS.
  3. Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), memiliki prestasi unggul, dan rekam jejak prestasi akademik di PDSS.
  4. Siswa yang akan mendaftar SNMPTN wajib membaca informasi pada laman PTN yang dipilih tentang ketentuan yang terkait dengan penerimaan mahasiswa baru di PTN tersebut.

Ketentuan Khusus

Persyaratan Sekolah

Sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN adalah:
SMA/SMK/MA atau sederajat (termasuk SRI di luar negeri) yang mempunyai NPSN dan telah mengisi PDSS dengan lengkap dan benar.

Persyaratan Siswa Pendaftar

Siswa SMA/SMK/MA atau sederajat (termasuk SRI di luar negeri) kelas terakhir pada tahun 2018 yang memenuhi persyaratan.
  1. Memiliki prestasi unggul yaitu calon peserta masuk peringkat terbaik di sekolah, dengan ketentuan berdasarkan akreditasi sekolah sebagai berikut:
    1. akreditasi A, 50% terbaik di sekolahnya;
    2. akreditasi B, 30% terbaik di sekolahnya;
    3. akreditasi C, 10% terbaik di sekolahnya;
    4. belum terakreditasi, 5% terbaik di sekolahnya.
  2. Pemeringkatan dilakukan oleh Panitia Pusat berdasarkan data PDSS.
  3. Memiliki NISN dan terdaftar pada PDSS,
  4. Memiliki nilai rapor semester 1 sampai semester 5 (bagi siswa SMA/SMK/MA atau sederajat tiga tahun) atau nilai rapor semester 1 sampai semester 7 (bagi SMK empat tahun) yang telah diisikan pada PDSS.
  5. Memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN (dapat dilihat pada laman PTN bersangkutan).

Penerimaan di PTN

Peserta diterima di PTN, jika:
  1. lulus satuan pendidikan SMA/SMK/MA atau sederajat;
  2. lulus SNMPTN 2018; dan
  3. lolos verifikasi data dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.

Selasa, 14 November 2017

Penerimaan Mahasiswa Baru D3 IPB 2018




Daftar Program Keahlian Diploma IPB
  1. Komunikasi
  2. Ekowisata
  3. Manajemen Informatika
  4. Teknik Komputer
  5. Supervisor Jaminan Mutu Pangan
  6. Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi
  7. Teknologi Industri Benih
  8. Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya
  9. Teknologi dan Manajemen Ternak
  10. Manajemen Agribisnis
  11. Manajemen Industri
  12. Analisis Kimia
  13. Teknik dan Manajemen Lingkungan
  14. Akuntansi
  15. Paramedik Veteriner
  16. Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan
  17. Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian
  18. Perkebunan Kelapa Sawit

Sabtu, 11 Maret 2017

UNDIP





UNDIP, adalah sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Undip didirikan pada tahun 1956 sebagai Perguruan Tinggi Swasta dan baru mendapat status sebagai Perguruan Tinggi Negeri pada tahun 1961. Kata Diponegoro diambil dari nama pahlawan nasional, yaitu Pangeran Diponegoro yang merupakan seorang pangeran pengobar semangat kemerdekaan dari tindakan kolonialisme Belanda di awal abad ke-18. Semangat ini turut menginspirasi pendirian Undip. Universitas Diponegoro memperoleh akreditasi A (Sangat Baik) dengan skor 361 dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang berlaku sejak 2013-2018. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2015, Undip ditetapkan statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. WEBSITE RESMI UNDIP, Klik Di sini